TEKNOLOGI WEB 2.0

TEKNOLOGI WEB 2.0

TEKNOLOGI WEB 2.0 Inovasi dalam dunia web semakin hari kian mengalami perkembangan yang berarti, ini dibuktikan dengan adanya Teknologi Web 2.0 yang dikembangkan sekitar tahun 2004. Walaupun sudah termasuk lama kedengarannya oleh para praktisi web, namum sebagian besar mereka masih bertanya-tanya tentang fungsi dan kegunaannya. Web 2.0 merupakan teknologi web yang menyatukan teknologi-teknologi yang dimiliki dalam membangun web. Penyatuan tersebut merupakan gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML, dan tentunya AJAX. Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah website. Dalam perkembangannya Web 2.0 diaplikasikan sebagai bentuk penyajian halaman web yang bersifat sebagai program desktop pada umumnya seperti Windows. Fungsi-fungsi pada penerapannya sudah bersifat seperti desktop, seperti drag and drop, auto-complete, serta fungsi lainnya. Aplikasi Web 2.0 disajikan secara penuh dalam suatu web browser tanpa membutuhkan teknologi perangkat yang canggih dari sisi user. Tidak mengherankan bila suatu aplikasi (software) dapat diakses secara online tanpa harus menginstalnya terlebih dahulu. Software tersebut misalnya software pengolah kata (seperti MS Word) atau software pengolah angka (seperti MS Excel). Teknologi ke depan suatu software berbasisi web tidak lagi dijual melainkan suatu fasilitas gratis yang dapat digunakan setiap waktu. Permasalahan manajemen file juga tidak merepotkan, bahkan file dapat disimpan dan juga dapat di-sharing dengan user lain. Implementasi dari teknologi Web 2.0 dapat dilihat pada aplikasi sprearsheet pada Google yang merupakan aplikasi untuk operasi mengolah angka seperti MS Excel. Aplikasi ini dapat dilihat pada http://spreadsheets.google.com/ , tentunya aplikasi tersebut membutuhkan suatu akun Google untuk memasukinya. Suatu web 2.0 biasanya digunakan sebagai akhir dari siklus peluncuran produk software, mengilustrasikan setiap produsen software tidak lagi meluncurkan produknya dalam bentuk fisik. Karena web menjadi platform, pengguna cukup datang ke website untuk menjalankan aplikasi yang ingin mereka gunakan. Hasil dari pengembangan fitur di dalam software dapat langsung dirasakan oleh pengguna. Software tidak lagi dijual sebagai produk namun berupa layanan (service).

Karakteristik Web 2.0

Kemudahan berinteraksi antara user dengan sistem merupakan tujuan dibangunnya teknologi Web 2.0. Interaksi tersebut tentunya haruslah diimbangi dengan kecepatan untuk mengakses, oleh karena itu diperlukan suatu bandwith yang cukup untuk loading data. Loading data tersebut dilakukan saat pertama kali membuka situs, data-data tersebut antara lain CSS, JavaScript, dan XML. Salah satu karakteristiknya adalah adanya dukungan pada pemrograman yang sederhana dan ide akan web service atau RSS. Ketersediaan RSS akan menciptakan kemudahan untuk di-remix oleh website lain dengan menggunakan tampilannya masing-masing dan dukungan pemrograman yang sederhana. Adanya kemajuan inovasi pada antar-muka di sisi pengguna merupakan karakter dari Web 2.0. Dukungan AJAX yang menggabungkan HTML, CSS, Javascript, dan XML pada Yahoo!Mail Beta dan Gmail membuat pengguna merasakan nilai lebih dari sekedar situs penyedia e-mail. Namun dapatkah web 2.0 dipakai tanpa koneksi internet berkecapatan tinggi aja? Tidak. Sampai saat ini Web 2.0 membutuhkan koneksi internet tetapi dalam perkembangannya nanti akan muncul versi offline nya. Beberapa pengguna Yahoo Mail versi Beta kagum dengan interface baru yang berteknologi AJAX tetapi kemudian mereka kembali lagi ke OE (Outlook Express) karena lebih enak membaca email saat offline, lagipula biaya internet mahal dan koneksinya terbatas. Bagaimana cara membuat Web App yang efisien? Pertama, framework (istilahnya Microsoft) atau environment (istilahnya Java) harus mendekati titik sempurna. Artinya harus sebanyak mungkin fungsi tersedia di pustaka (library) ini, ingat sekitar 100 MB library sudah ada di PC anda! Karena masing-masing kubu punya jalan sendiri maka sebaiknya install kedua library ini di PC anda. Sedangkan Web App anda harus semaksimal mungkin memanfaatkan fungsi pada library ini sehingga ukurannya menjadi sangat kecil.

Haruskah Aplikasi Desktop Pindah ke Web App?

Sebuah aplikasi dektop cukup membutuhkan OS untuk jalan. Sedangkan Web App memerlukan browser, library, dan Web Server. Bahasa program VB, Delphi dan C++ tidak umum dipakai saat ini pada Web Server, umumnya dipakai Phyton, PHP dan ASP. Juga diperlukan script seperti Javascript dan VBscript. Memang ada beberapa komponen untuk memudahkan programming RAD, misalnya Intraweb (untuk Delphi) dan DevExpress (bisa untuk Delphi dan VB .Net), maupun VB .Net sendiri yang sudah mempunyai library internet untuk keperluan Web App. Komponen ini memudahkan programmer high level language karena komponen yang akan menerjemahkannya ke Javascript atau Vbscript. Jika aplikasi dekstop anda tidak memerlukan fitur berbasis website maka tidak perlu dikonversi. Perhatikan pula masalah sekuritas, karena applikasi berbasis web ini lebih rawan terhadap serangan.

Kelemahan web app

Web App lebih lambat daripada aplikasi desktop. Ini wajar, karena prosesnya kembali ke mode interpreter, seperti jaman program Basic dahulu. Web App berinteraksi dengan library yang ada di lokal PC. Engine pada browser berperan dalam waktu pemrosesan.

Sekuritas.

Masalah keamanan pada Web App, banyak sekali celah keamanan yang dapat ditembus, bahkan beberapa celah keamanan yang terdapat di browser masih belum diselesaikan. Firefox yang disebut sebagai browser paling aman ternyata hanya sekedar marketing trick saja! Buktinya sejak versi 1.0 Stable diluncurkan sampai dengan versi 1.5 terdapat ratusan bug, mulai dari bug sederhana sampai yang berbahaya! Sedangkan IE dapat dikatakan lebih aman karena sudah melewati ratusan bug. Referensi: Andi Setiawan

Add a comment December 18, 2007

template tanpa tabel

Web Template Tanpa Table – PHP, JavaScript, dan CSS (Bagian 1)
SEO, Web Design, Web Programming Add comments
Web template memudahkan kita membuat website dengan hanya beberapa disain web layout untuk banyak tampilan content web. Kenapa sedikit layout untuk banyak tampilan? Hal ini untuk memudahkan disain ulang web, jadi hanya beberapa layout saja yang perlu dirubah. Sekaligus dengan mekanisme template, sebuah website akan mudah dipelajari, karena kode program (PHP) dan disain layout web (HTML, JavaScript, dan CSS) dipisahkan, atau tidak dijadikan satu file atau bagian.

Kenapa tanpa Table? Biasanya seseorang akan lebih mudah memuat layout website dengan menggunakan table, karena memudahkan pada saat disain dan pengelolaan. Misalnya:
kodenya lhow…
Kode program diatas adalah contoh layout website yang digunakan template dengan menggunakan table sebagai pengaturan tata letak content. Coba perhatikan kode program yang menggunakan tanda #…# sebagai awalan dan akhiran. Tanda tersebut menunjukkan bahwa itu adalah variable template, yang nanti akan diisi dengan content website. Misalnya #JUDUL_WEBSITE#, ini akan diisi dengan judul dari website, kemudian #BLOCK_KIRI# akan diisi dengan semua content yang nanti akan diisikan di area sebelah kiri, dan seterusnya.
Yang akan kita buat adalah template web yang tidak menggunakan table, melainkan dengan menggunakan tag-tag layer, yaitu DIV. Kenapa div? Karena ini akan memudahkan search engine menemukan website anda dan menyimpannya di cache search engine. Dan tentu saja byte HTML yang akan dimuat oleh browser menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan TABLE.

Add a comment December 18, 2007

Doctype sebagai layout dari dokumen

Gunakan Doctype Yang Sesuai
Doctype di bagian paling awal kode dokumen (x)HTML pada dasarnya berguna untuk menentukan mode layout dokumen tersebut. Tanpa ini browser akan beralih ke quirks mode, yang secara kasar bisa berarti merender sebuah sebuah dokumen seenaknya dewek.
Untuk hasil konsisten gue sarankan pake Doctype XHTML 1.0 Strict:

http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-strict.dtd”>
Mulai Dari Yang Mendukung CSS Lebih Baik
Biarpun kamu biasa browsing pake IE tapi waktu mendesain mendingan kamu menggunakan browser yang lebih standards-compliant seperti Firefox atau Opera. Kalo gue sendiri urutannya seperti ini:
1. Firefox (Win XP): Banyak add-on yang membantu banget proses pengembangan web. Ngga ada lawan kalo soal ini.
2. Opera (Win XP): Satu-satunya browser yang lulus acid test. Kalo ada masalah disini kemungkinan ada sesuatu yang salah.
3. Safari (OS X): Perlu diinget kalo koleksi font dan cara rendering teks di sistem berbasis Unix itu beda, tapi secara umum ngga perlu perhatian khusus.
4. Konqueror (Ubuntu): Catetan seputar font juga berlaku disini. Dan sejauh ini juga masih blom ada masalah.
5. Internet Explorer 7 (Win XP): Mulai was-was, biarpun dukungan CSS udah jauh lebih lengkap tapi masih ada aja masalah Tapi dengan sedikit hack atau conditional comment masalah beres.
6. Internet Explorer 6 (Win XP): Tantangan terbesar ada disini. Untungnya bug-bug IE 6 terdokumentasi dengan baik, jadi tinggal Googling sebentar aja. malah kalo udah berpengalaman gejala-gejala bug sebenernya cukup jelas kok.
Harus gue akuin urutannya ngga selalu gitu, kadang gue males ngecek di Linux. Browser laennya? Kalo Netscape dan semua yang berbasis Mozilla gue asumsikan punya kemampuan sama seperti Firefox. Dan IE 5 versi Windows ataupun Mac biasanya ngga gue urusin lagi, toh browser-browser ini juga udah jarang beredar — Kecuali ada permintaan spesifik atau duit ekstra ya
Testing Untuk Perangkat Mobile
Ini era tri-ji bung, ngga ada salahnya untuk bersiap dari sekarang. Opera punya fitur berguna untuk melihat bagaimana tampilan desain kita di layar kecil (Opera Mobile).
Pilih menu View > Small Screen atau tekan Shift + F11
Testing Aksesibilitas
tanpa table, semantik, separasi antara struktur dan presentasi. apa kata-kata itu kedengarannya aneh buat kamu? Coba gunakan browser yang text-only seperti Lynx (Linux) dan lihat apakah kamu bisa meneluri situs kamu sendiri. Sedikit tips, di Firefox coba matiin style, image, dan JavaScript, hasilnya cukup mirip

Add a comment December 18, 2007

AJAX

AJAX
December 10, 2007 · No Comments

Aryo Sanjaya
Selasa Pon, 7 Maret 2006

Istilah AJAX digunakan pada website yang berinteraksi dengan server melalui javascript secara asinkron (background), sehingga pengguna tidak perlu untuk meload keseluruhan halaman. Hal ini menyebabkan pengiritan waktu dan bandwidth, juga menghasilkan website yang makin interaktif. Seperti kebanyakan artikel pada umumnya, website yang dijadikan contoh AJAX sejati adalah GMail. Bagi yang pernah menggunakan GMail, tentu merasakan kehandalan interface webmailnya dengan AJAX.

Untuk mengaplikasikan AJAX (Asyncronous Javascript And XML) dalam website, yang dibutuhkan adalah browser dengan kemampuan Javascript, dan komponen XMLHTTP bagi pengguna IE, dan XMLHttpRequest untuk Firefox dan browser lainnya. Syarat-syarat tersebut hampir pasti sudah terpenuhi, mengingat pengguna internet kita banyak yang menggunakan IE dan Firefox🙂

Sebenarnya tidak ada hal baru dalam AJAX, karena yang digunakan adalah teknologi javascript, yang notabene sudah lama digunakan. Karena itu, bagi yang sudah terbiasa dengan javascript, akan mudah sekali mempelajari AJAX.

Pembahasan ini tidak menekankan pada salah satu teknologi (Javascript, AJAX, HTML, PHP), tapi keseluruhan dari hal tersebut. Hal ini karena penggunaan AJAX tidak hanya pada sisi klien (browser), tapi juga melibatkan respon dari server.

Sebagai acuan, berikut ini adalah salah satu kerangka dasar AJAX, yang katanya bikinan Mr Rasmus Redlorf, the creator of PHP.
Simpan dengan namafile: ajaxify.js

function createRequestObject() { var ro; var browser = navigator.appName; if(browser == “Microsoft Internet Explorer”){ ro = new ActiveXObject(”Microsoft.XMLHTTP”); }else{ ro = new XMLHttpRequest(); } return ro; } var http = createRequestObject(); function sndReq(action) { http.open(’get’, ‘rpc.php?action=’+action); http.onreadystatechange = handleResponse; http.send(null); } function handleResponse() { if(http.readyState == 4){ var response = http.responseText; var update = new Array(); update = response.split(’|’); if((response.indexOf(’|’ != -1)) && (update[0] == “OK”)) { document.getElementById(”hasil”).style[’color’] = ‘#00f’; document.getElementById(”hasil”).innerHTML = update[1]; } else { document.getElementById(”hasil”).style[’color’] = ‘#f00′; document.getElementById(”hasil”).innerHTML = “Respond dari server tidak sesuai”; } } }

Kode di atas adalah AJAX yang sangat dasar, yang jika ingin dikembangkan, masih butuh untuk dimodifikasi lagi.

Untuk melaksanakan proses request, dibutuhkan obyek XMLHttpRequest. Pada kode di atas, hal tersebut dilakukan pada fungsi createRequestObject(), yang hasilnya disimpan dalam obyek http.
Dalam fungsi tersebut, jika browser yang digunakan adalah IE, maka yang diciptakan adalah obyek Microsoft.XMLHTTP, dan XMLHttpRequest untuk browser lainnya.

Fungsi berikutnya, yaitu sndReq(), berfungsi sebagai pengirim request kepada server. Pada contoh di atas, request yang dilakukan adalah dengan method ‘get’, dan action/datanya diletakkan pada URL-nya.
Pada kasus sebenarnya, mungkin saja suatu saat nanti dibutuhkan pengiriman data melalui method ‘post’. Untuk hal seperti ini, dibutuhkan teknik yang lebih jauh. Kali ini kita gunakan method ‘get’ dulu.

Pada fungsi sndReq() ditentukan bahwa yang akan menangani hasil request adalah fungsi handleResponse(), dan setelah melakukan pengiriman (send), tugas dari fungsi sndReq() telah berakhir.

Fungsi yang akan sangat sibuk dalam AJAX adalah fungsi handleRequest(), karena di sinilah segala respon dari server ditangani.

Dalam contoh ini, yang ditangani adalah ketika request telah komplit diterima (readyState == 4). Data yang diambil adalah responseText, yaitu seluruh teks hasil kembalian dari server. Jika ingin menangani kembalian data yang berupa XML, maka data yang diambil adalah responseXML.

Untuk kasus di atas, diharapkan response dari server berupa:

“status|Pesan”

Sehingga script akan langsung mengetahui status request, dan merubah isi div yang telah disediakan dengan teks respon dari server

Add a comment December 18, 2007

Fasilitas-fasilitas internet

INTERNET: Pengertian, Sejarah, dan Fasilitas-Fasilitasnya

Apakah INTERNET itu?

Istilah INTERNET berasal dari bahasa Latin inter, yang berarti “antara”. Secara kata per kata INTERNET berarti jaringan antara atau penghubung. Memang itulah fungsinya, INTERNET menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa, sehingga mereka dapat berkomunikasi. Sistem apa yang digunakan pada masing-masing jaringan tidak menjadi masalah, apakah sistem DOS atau UNIX.

Sementara jaringan lokal biasanya terdiri atas komputer sejenis (misalnya DOS atau UNIX), INTERNET mengatasi perbedaan berbagai sistem operasi dengan menggunakan “bahasa” yang sama oleh semua jaringan dalam pengiriman data. Pada dasarnya inilah yang menyebabkan besarnya dimensi INTERNET.

Dengan demikian, definisi INTERNET ialah “jaringannya jaringan”, dengan menciptakan kemungkinan komunikasi antar jaringan di seluruh dunia tanpa bergantung kepada jenis komputernya.

Kesimpulan:
• Definisi INTERNET : Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP.
• Fungsi : Internet merupakan media komunikasi dan informasi modern.

Sejarah terbentuknya INTERNET

Banyak hal di INTERNET hanya dapat dimengerti dengan mengetahui latar-belakang perkembangannya.

ARPANet
Pada tahun 1969 ARPA (Advanced Research Project Agency), sebuah bagian dalam kementerian Pertahana Amerika Serikat memulai sebuah proyek, yang di satu sisi menciptakan jalur komunikasi yang tak dapat dihancurkan dan disisi lain memudahkan kerjasama antar badan riset diseluruh negeri, seperti juga industri senjata. Maka terbentuklah ARPANet.

Bila pada awalnya komputer sejenis yang melakukan pertukaran data, bertambahnya komputer dengan berbagai sistem operasi lain menuntut solusi baru komunikasi yang tak terbatas antar semua badan yang tergabung dalam jaringan.
Internetting Project
Untuk itu dibuat Internetting Project, yang mengembangkan lebih lanjut hasil yang telah dicapai dalam ARPANet, agar media komunikasi baru ini juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai sistem komputer yang tergabung. Kemudian vendor-vendor komputer meramaikan lalu lintas jaringa tersebut untuk berbagai kebutuhan sehingga terciptalah INTERNET.

Protokol INTERNET: TCP/IP

Seperti telah disebutkan di atas, INTERNET terbentuk dari jaringan-komputer yang tersebar di seluruh dunia. Masing-masing jaringan-komputer terdiri dari tipe-tipe komputer yang berbeda dengan jaringan yang lainnya. Maka diperlukan sebuah protokol yang mampu mengintegrasikan seluruh jaringan komputer tersebut.

Solusinya adalah sebuah protokol pengiriman data yang tak bergantung pada jenis komputer dan digunakan oleh semua komputer untuk saling bertukar data. Agar data tidak hanya dapat dikirim dan diterima, melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh setiap komputer, diperlukan program standar yang mengolah data tersebut pada sistem yang berkaitan.

Protokol pengiriman merupakan sebuah konvensi (kesepakatan) yang menetapkan dengan cara apa data dikirimkan dan bagaimana kesalahan yang terjadi dikenali serta dipecahkan. Secara sederhana prose pengiriman data terdiri atas dua langkah.

Pertama, data yang akan dikrimkan (misalnya sebuah file teks) dibagi ke dalam paket data berukuran data berukuran sama (paket), kemudian dikirimkan satu per satu. Di Internet, protokol ini disebut IP (Internet Protocol).

Kedua, harus dijamin setiap paket data sampai ke alamat yang benar dan semuanya benar diterima. Untuk itu diperlukan protokol lainnya, yaitu Transmission Control Protocol (TCP) mengaitkan sebuah blok data pada paket data IP, yang antara lain mengandung informasi mengenai alamat, jumlah total paket data dan urutan setiap paket yang membentuk paket tersebut. Hanya secara bersamaan kedua protokol membentuk kesatuan yang berfungsi, karena itu biasanya disebut TCP/IP.

Dengan adanya TCP/IP ini, INTERNET memiliki 3 keuntungan :
• Memberi kesempatan INTERNET menggunakan jalur komunikasi yang sama untuk pemakai yang berbeda pada saat yang sama. Karena paket-paket data tidak perlu dikirimkan bersama-sama, jalur komunikasi dapat membawa segala tipe paket data sementara mereka dikirimkan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Sebagai contoh, bayangkan sebuah jalan raya di mana mobil bergerak sepanjang jalan yang sama walaupun mereka menuju ke tempat-tempat yang berbeda-beda.
• Memberi INTERNET fleksibilitas. Sementara paket-paket data bergerak, mereka bergerak dari satu host ke host lain sampai mencapai tujuan akhir. Jika sebuah jalur komunikasi tidak berfungsi, sistem yang mengontrol aliran data dapat menggunakan jalur alternatif. Maka, paket-paket data dapat bergerak melalui jalur-jalur yang berbeda-beda.
• Meningkatkan kecepatan transmisi data. Sebagai contoh, jika terjadi kesalahan, TCP meminta host asal mengirm kembali hanya paket-paket data yang mengandung kesalahan, bukan semua paket data. Ini berarti meningkatkan kecepatan transmisi data.

Cara akses ke INTERNET

1. Sambungan langsung ke Network
Anda dapat menggunakan sebuah komputer yang secara langsung mempunyai hubungan ke INTERNET. Sebagai contoh, Anda mungkin menggunakan sebuah PC yang merupakan bagian dari sebuah jaringan komputer yang mempunyai hubungan ke INTERNET. Dalam kasus ini, sistem Anda menjadi host INTERNET penuh, yaitu mempunyai alamat elektronik tersendiri.

2. Sambungan dengan menggunakan SLIP/PPP
Untuk menggunakan hubungan dial-up telepon, Anda memerlukan sebuah alat untuk mengkonversi sinyal komputer (digital) menjadi sinyal telepon (analog), dan sebaliknya. Alat untuk mengkonversi sinyal digital ke sinyal analog disebut modulator. Sedang, alat untuk mengkonversikan sinyal analog ke sinyal digital disebut demodulator. Untuk mengakses ke INTERNET melalui hubungan telepon, Anda memerlukan sebuah modem (modulator-demodulator). Selain itu diperlukan juga TCP/IP dan software SLIP atau PPP seperti Linux, Warp, dll.

3. Sambungan langsung ke On-line Service seperti BBS, Compuserve.
Untuk menjadi sebuah host INTERNET tanpa harus memiliki hubungan full-time ke INTERNET (yang umumnya sangat mahal), ada sebuah cara mensetup sebuah host INTERNET melalui hubungan telepon. Untuk melakukan hal tersebut, Anda perlu mengadakan perjanjian dengan sebuah host INTERNET yang lain yang bertindak sebagai titik hubungan. Selanjutnya, diperlukan sejumlah program yang disebut sebagai PPP (Point to Point Protocol) dan SLIP (Serial Line Internet Protocol) dalam workstation. Setelah workstation menghubungi host INTERNET melalui jalur telepon, PPP menyediakan kemampuan TCP/IP untuk workstation tersebut.

Domain Name System

Tentunya juga harus ada sebuah metode yang memungkinkan pengiriman kepada masing-masing komputer di INTERNET. Pada awalnya disusun sebuah daftar yang memuat nama semua jaringan yang tergabung dalam INTERNET. Dengan tingkat pertumbuhan INTERNET yang sangat tinggi tidak mungkin lagi menjaga daftar-daftar tetap aktual. Karena Internet menggunakan sebuah sistem alamat yang dapat diolah oleh komputer khusus (disebut Router), yang terdapat antara masing-masing jaringan.

Add a comment December 18, 2007

Konsep Dasar Membuat Website

Konsep Dasar Membuat Website
Sebelum membuat web secara profesional, tugas penting sebagai seorang pengembang web adalah memberikan ide dan gagasan tentang point apa saja yang akan ditampilkan dalam sebuah halaman web. Dengan demikian, seorang pengembang web juga perlu berkonsultasi dengan pemilik web itu sendiri agar segala sesuatu yang menjadi tujuan pemilik web dapat terpenuhi.
Lain halnya dengan seorang pengembang web (web developer) yang diberikan kebebasan dalam membuat sebuah web. Pemiliki web umumnya mempercayakan sepenuhnya kepada pengembang web (web developer). Nah, jika demikian maka sebagai seorang pengembang web harus benar-benar membuktikan keterampilannya dalam membuat web secara profesional agar para pemiliki web tidak kecewa dengan karya yang telah dibuat.
Untuk menjadi seorang pengembang web profesional tidaklah mudah karena harus memadukan antara bahasa pemrograman web dengan nilai seni yang terdapat dalam setiap halaman web. Keduanya harus dimiliiki, jika salah satu saja maka belum bisa disebut sebagai seorang pengembang web profesional. Meskipun pintar bahasa php dalam membuat web, tapi jika tidak didukung oleh jiwa seni maka hasilnya kurang maksimal. Begitu pula sebaliknya, jika hanya pandai membuat tampilan halaman web tapi tidak didukung oleh pengetahuan tentang bahasa pemrograman web maka hal itu akan sia-sia saja.
Sebagai seorang pengembang web pemula, tidak perlu berkecil hati jika ingin menjadi seorang pengembang web profesional.� Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk terus belajar dan belajar lagi agar wawasan tentang pengembangan web terus bertambah. Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh para pengembang web pemula ketika pertama kali ingin membangun sebuah web dari awal. Agar web yang dibuat nampak profesional perlu memahami beberapa konsep dasar dalam mengolah web, mulai dari tool yang digunakan, format gambar yang sesuai, hingga pemilihan warna teks dan latar belakang sebuah halaman web.
�
SOFTWARE DESAIN GRAFIS�
Dalam merancang sebuah website, kita tidak bisa lepas dari perangkat lunak untuk mengolah gambar (image) sebagai bagian dari website.� Ada beberapa alat disain grafis yang dapat digunakan untuk membantu dalam membuat website yang cantik, diantaranya:
1. Adobe Photoshop (http://www.adobe.com/) : software ini sangat populer� dan dapat diandalkan untuk membuat dan mengedit grafik maupun gambar fotografi.�
2. Adobe Illustrator (http://www.adobe.com/) : software ini digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor dan dapat digunakan untuk membuat ilustrasi.
3. PaintShop Pro (http://www.jasc.com/) : software ini sama dengan Adobe Photoshop, sedikit lebih canggih namun tidak masih kalah populer dibandingkan Adobe Photoshop.
4. Macromedia Fireworks (http://www.adobe.com) : software ini sangat mirip dengan Adobe Photoshop, namun tool ini berbasis vektor. Software ini mengijinkan semua elemen dapat diedit kembali dan dapat berintegrasi dengan Macromedia Dreamweaver. Sebagai tambahan, oleh karena seluruh produk Macromedia diakuisisi oleh Adobe maka namanya berubah menjadi Adobe Macromedia Fireworks.
5. Macromedia Flash (http://www.adobe.com) : software ini dapat digunakan untuk membuat animasi dan berbasis vektor untuk website.
FORMAT GRAFIS
Grafik/gambar dalam sebuah website dapat memberikan efek visual yang luar biasa terhadap website tersebut, namun bisa menambah waktu koneksi akibat banyaknya gambar yang ditampilkan. Grafik dalam website dapat berupa statik, animasi, dan fotografi.
Agar koneksi ke website kita lebih cepat, perlu memahami beberapa format file yang sering digunakan pada sebuah website, diantaranya:
1. GIF :� memiliki warna 8-bit, mendukung dalam bentuk transparan, mengkompresi area warna secara solid, mereduksi jumlah warna dan menjalin untuk proses download secara cepat, juga dapat digunakan untuk membuat animasi dalam bentuk grafik (animated graphic).
2. JPG : memiliki warna 24-bit,menjaga kualitas brightness dan hue yang ditemukan dalam sebuah foto, dapat disimpan dalam format berkualits tinggi maupun rendan (high or low resolution), sebuah file jpg dapat pula digunakan versi resolusi rendah (low� resolution) dari gambar yang nampak ketika gambar sedang didownload, tidak mendukung transparansi.
3. PNG : PNG-8 mendukung warna 8 bit, mengkompres area warna yang pekat, menjaga detail ketajaman, mendukung transparansi, kompresi lebih canggih dibandingkan gif karena dapat mengkompresi sekitar 10-30% lebih kecil dari format GIF.� �
Setelah melihat perbandingan beberapa format file grafis untuk web, Anda dapat menentukan format apa yang akan digunakan sesuai kebutuhan. Pada prinsipnya, semua format file tersebut dapat dijadikan panduan dalam memilih format file yang tepat.� Ada beberapa bahan pertimbangan ketika memilih salah satu dari beberapa format file tersebut, diantaranya:
-� Usahakan ukuran file seminimal mungkin
-� Selalu gunakan mode warna RGB
-� Gunakan web pallete (216 web-safe colour)
Jika Anda memilih format file GIF : simpan sedikit warna jika perlu, simpanlah sebagai interlaced .gif, buatlah latar belakang transparan berwarna.
Jika Anda memilih format file JPG : pilih kualitas yang paling kecil jika perlu, dan simpan sebagai progresive.
Slamet Riyanto

Add a comment December 18, 2007

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

1 comment December 18, 2007

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

December 2016
M T W T F S S
« Dec    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts